Saat mencari jasa pembuatan website, mungkin Anda sering menemukan dua istilah ini: website company profile dan landing page. Keduanya sama-sama bisa memperkenalkan usaha dan mengajak pengunjung menghubungi Anda. Lalu, apa sebenarnya perbedaannya, dan mana yang lebih cocok untuk usaha Anda?
Coba bayangkan Anda memiliki usaha katering. Apakah Anda ingin memperkenalkan seluruh layanan, wilayah pengantaran, dan cara pemesanan? Atau Anda sedang ingin menawarkan satu paket khusus untuk acara tertentu? Dua kebutuhan itu ternyata membutuhkan cara penyajian informasi yang berbeda. Karena itu, mari kita pahami dulu fungsi keduanya, lalu cocokkan dengan apa yang ingin Anda capai.
Apa itu company profile dan landing page?
Company profile: memperkenalkan usaha Anda
Website company profile adalah website yang membantu calon pelanggan mengenal usaha Anda secara menyeluruh. Isinya bisa meliputi profil usaha, produk atau layanan, hasil pekerjaan yang benar-benar ada, serta cara menghubungi Anda.
Misalkan Anda menjalankan jasa renovasi rumah yang melayani pengecatan, perbaikan atap, dan renovasi ruangan. Sebelum bertanya, calon pelanggan Anda tentu ingin melihat layanan apa saja yang tersedia, contoh pekerjaan, wilayah layanan, dan cara menghubungi Anda. Website company profile membantu Anda menyusun semua informasi itu agar mudah ditemukan.
Perlu diingat juga, company profile tidak harus terdiri dari banyak halaman. Kalau informasi usaha Anda masih sederhana, satu halaman yang tertata rapi sudah cukup. Seiring informasinya bertambah, barulah isinya bisa dibagi ke beberapa halaman agar tetap nyaman dibaca.
Landing page: mengajak pengunjung melakukan satu tindakan
Berbeda dengan company profile, landing page adalah halaman yang dibuat untuk satu tujuan utama. Tujuan itu bisa berupa mengajak pengunjung meminta penawaran, mengisi formulir, mendaftar kegiatan, atau menanyakan satu produk tertentu. Karena fokusnya pada satu penawaran, landing page sering juga disebut halaman promosi.
Kembali ke usaha katering Anda. Misalkan bulan ini Anda ingin mempromosikan paket makan siang untuk kantor. Landing page untuk paket itu bisa berisi penjelasan paket, pilihan menu, ketentuan pemesanan, dan tombol untuk menanyakan ketersediaan lewat WhatsApp. Dengan begitu, pengunjung tidak perlu mencari-cari penawaran Anda di antara banyak informasi lain.
Biasanya, landing page dipakai untuk menyambut pengunjung yang datang dari iklan, media sosial, atau tautan promosi. Halaman ini bisa berdiri sendiri, tetapi juga bisa menjadi bagian dari website yang sudah Anda miliki. Jadi, membuat landing page tidak berarti Anda harus membuat website kedua dengan domain yang berbeda.
Apa perbedaan keduanya?
Setelah mengenal keduanya, Anda mungkin mulai melihat bahwa perbedaan utamanya terletak pada tujuan dan cara mengarahkan pengunjung, bukan pada bagus tidaknya desain atau banyaknya halaman. Tabel berikut merangkumnya:
| Yang dibandingkan | Website company profile | Landing page |
|---|---|---|
| Tujuan utama | Memperkenalkan usaha dan membantu pengunjung memahami layanan | Mengarahkan pengunjung melakukan satu tindakan utama |
| Isi | Profil, berbagai layanan, karya atau pengalaman, dan kontak | Informasi yang mendukung satu penawaran atau tujuan tertentu |
| Cara pengunjung membaca | Menjelajahi beberapa bagian untuk mengenal usaha | Mengikuti satu alur yang fokus |
| Penggunaan umum | Pusat informasi usaha yang terus diperbarui dan dikembangkan | Promosi, pendaftaran, atau penawaran tertentu |
| Tindakan yang diharapkan | Mengenal usaha, menilai kecocokan, lalu menghubungi | Menghubungi, mendaftar, memesan, atau meminta penawaran |
Lalu, apakah landing page pasti lebih murah? Belum tentu. Biaya pembuatan website ditentukan oleh kebutuhan desain, jumlah dan kerumitan isi, fitur, integrasi dengan layanan lain, serta pemeliharaannya. Landing page sederhana memang membutuhkan pekerjaan lebih sedikit, tetapi landing page dengan formulir khusus atau sistem pemesanan bisa lebih rumit daripada company profile yang sederhana.
Hal yang sama berlaku untuk kemunculan di Google. Keduanya sama-sama bisa dioptimalkan agar mudah ditemukan, tetapi tidak ada jenis yang otomatis menjamin peringkat lebih tinggi. Yang menentukan tetap kualitas informasi, kesesuaiannya dengan apa yang dicari orang, dan kondisi teknis website Anda.
Lima pertanyaan sebelum memilih
Sekarang, saatnya Anda menimbang pilihan. Sebelum meminta penawaran pembuatan website, coba jawab lima pertanyaan berikut:
- Apa tujuan utama Anda saat ini? Apakah Anda ingin memperkenalkan usaha secara menyeluruh, atau mempromosikan satu penawaran tertentu?
- Informasi apa yang perlu diketahui pengunjung? Cukupkah satu penawaran singkat, atau mereka perlu membaca beberapa layanan, proses kerja, dan hasil pekerjaan Anda?
- Dari mana pengunjung akan datang? Apakah Anda sedang mengarahkan orang dari iklan atau tautan promosi, atau membutuhkan tempat rujukan informasi usaha yang lebih umum?
- Apa yang sebaiknya dilakukan pengunjung setelah membaca? Menghubungi Anda untuk konsultasi umum, meminta katalog, mendaftar, atau memesan satu paket?
- Seberapa sering informasinya berubah? Apakah penawaran Anda sering berganti, atau Anda membutuhkan informasi usaha yang terus digunakan dan dilengkapi?
Kalau sebagian besar jawaban Anda mengarah pada pengenalan usaha secara menyeluruh, company profile lebih tepat untuk Anda. Sebaliknya, kalau sebagian besar jawaban mengarah pada satu penawaran dan satu tindakan yang jelas, landing page lebih sesuai. Anggap saja ini sebagai panduan awal, lalu diskusikan hasilnya bersama penyedia jasa pembuatan website.
Bagaimana kalau usaha Anda masih kecil?
Mungkin Anda bertanya, bagaimana kalau usaha Anda baru memiliki satu layanan utama, sedikit foto, dan satu nomor kontak? Tenang, seperti yang sudah disinggung di awal, company profile tidak harus terdiri dari banyak halaman. Satu halaman yang ringkas sudah cukup untuk menjelaskan siapa Anda dan apa yang Anda tawarkan. Kalau ingin merasakan seperti apa website satu halaman sebelum memutuskan, Anda bahkan bisa mencoba membuat contohnya sendiri dengan panduan cara membuat website dengan AI.
Namun, kalau tujuan utama Anda saat ini adalah mendapatkan pesanan dari satu penawaran tertentu, landing page bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Dari sini terlihat bahwa jenis atau ukuran usaha saja tidak menentukan pilihan. Dua usaha katering sekalipun bisa membutuhkan bentuk website yang berbeda karena tujuannya berbeda.
Apakah keduanya bisa digunakan bersama?
Tentu bisa, dan keduanya justru saling melengkapi ketika usaha Anda membutuhkannya.
Ambil lagi contoh jasa renovasi rumah tadi. Anda memiliki website company profile yang menjelaskan siapa Anda, layanan apa saja yang tersedia, dan hasil pekerjaan Anda. Lalu, saat ingin mengadakan promosi khusus pengecatan rumah, Anda cukup membuat satu landing page untuk penawaran itu. Dengan begitu, orang yang ingin mengenal usaha Anda bisa membaca informasi utama, sementara orang yang tertarik pada promosi langsung menemukan penawarannya.
Landing page itu pun bisa berada di domain yang sama, misalnya namausaha.id/promo/. Jadi, Anda tidak perlu menganggap keduanya sebagai dua website terpisah yang wajib dibuat sekaligus. Kalau istilah domain masih terasa asing, Anda bisa membaca dulu apa itu domain dan hosting.
Meski begitu, memakai keduanya bukanlah kewajiban. Kalau usaha Anda masih merintis, pilih dulu bentuk yang memenuhi kebutuhan paling penting. Halaman tambahan atau landing page khusus bisa Anda buat nanti, ketika manfaatnya sudah jelas. Sebagai gambaran lain, Anda juga bisa melihat jenis website untuk berbagai kebutuhan bisnis.
Kesalahan yang sebaiknya dihindari
Agar keputusan Anda lebih tepat, hindari beberapa kekeliruan yang cukup sering terjadi berikut:
- Memilih hanya karena harga paling murah. Bandingkan hasil yang akan Anda peroleh, isi pekerjaan, fitur, dan biaya lanjutannya, bukan hanya nama paketnya.
- Menganggap landing page cocok untuk semua kebutuhan. Kalau pengunjung perlu mengenal banyak layanan dan bukti pekerjaan, satu landing page yang terlalu fokus belum tentu cukup.
- Meminta semua fitur sekaligus. Formulir, katalog, pemesanan, dan pembayaran digital tidak selalu dibutuhkan sejak awal.
- Berharap website langsung mendatangkan pelanggan. Website menyediakan informasi dan jalur kontak, tetapi Anda tetap perlu memikirkan cara orang menemukannya, misalnya lewat pencarian Google, media sosial, atau promosi yang relevan. Kini, orang juga mulai mencari lewat AI, dan caranya bisa Anda pelajari di artikel cara agar bisnis Anda mudah ditemukan AI.
Saat berkonsultasi nanti, ceritakan tujuan dan kondisi usaha Anda terlebih dahulu. Penyedia jasa yang memahami kebutuhan Anda seharusnya bisa menjelaskan mengapa suatu bentuk website disarankan, sekaligus apa batasannya.
Ringkasan
Jadi, mana yang lebih cocok untuk usaha Anda? Kalau Anda ingin calon pelanggan mengenal usaha, layanan, dan hasil pekerjaan Anda secara menyeluruh, website company profile adalah tempat yang tepat. Kalau Anda ingin pengunjung fokus pada satu penawaran lalu segera bertindak, landing page lebih sesuai. Bahkan, ketika kebutuhan usaha Anda berkembang, keduanya bisa berjalan bersama.
Pada akhirnya, pilihan terbaik ditentukan oleh tujuan usaha Anda sendiri, bukan oleh anggapan umum tentang harga atau jumlah halaman. Coba kembali ke lima pertanyaan di atas, lalu perhatikan ke mana sebagian besar jawaban Anda mengarah. Dari situ, Anda sudah selangkah lebih dekat ke website yang benar-benar bekerja untuk usaha Anda.
Sudah punya gambaran bentuk website yang Anda inginkan, tetapi belum yakin bahan apa saja yang perlu dikumpulkan? Anda bisa melanjutkan dengan membaca hal yang perlu disiapkan sebelum membuat website bisnis agar langkah Anda berikutnya lebih terarah.
Tag
- Jenis website
- Dasar website
- UMKM
Ditulis oleh
Muhammad Rayhan
Pendiri Jajan Web
Muhammad Rayhan adalah pendiri Jajan Web, agensi jasa bikin website untuk UMKM dan bisnis. Selain merancang website, ia aktif berbagi panduan praktis seputar teknologi web dan digitalisasi bisnis.